Flow Meter Ultrasonic Clamp-On: Solusi Terbaik untuk Proses Destilasi Air Laut

Flow Meter Ultrasonic Clamp-On Untuk Proses Destilasi Air Laut

Table of Contents

Water flow sensor adalah instrumen vital yang digunakan untuk mengukur aliran air, mulai dari air baku, air sungai, air kotor, hingga air laut. Di antara banyaknya jenis sensor aliran air, Ultrasonic Water Flow Sensor menjadi primadona karena berbagai kelebihannya, terutama dalam aplikasi yang menantang seperti pengolahan air laut.

Mengenal Prinsip Kerja Flow Meter Ultrasonic

Flow meter ultrasonic merupakan tipe alat ukur debit yang bekerja dengan memanfaatkan gelombang ultrasound untuk menghitung kecepatan aliran fluida. Metode yang paling umum digunakan adalah metode Transit Time.

Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut:

  1. Pengiriman Sinyal: Transduser mengirimkan sinyal ultrasonik menembus pipa.

  2. Perbedaan Waktu: Alat menghitung perbedaan waktu (transit time) antara sinyal yang dikirim searah aliran dengan sinyal yang dikirim berlawanan arah aliran.

  3. Kalkulasi: Dari perbedaan waktu tersebut, didapatkan kecepatan aliran (flow velocity). Dengan menggabungkan data luas penampang pipa, alat ini kemudian mengkalkulasi laju aliran (flow rate) dan volume total.

Metode instalasi yang paling populer dari jenis ini adalah sistem Clamp-On. Sesuai namanya, sensor atau transduser cukup ditempel (diklem) pada bagian luar pipa tanpa perlu memotong pipa atau kontak langsung dengan fluida. Inilah mengapa alat ini juga dikenal sebagai Non-contact Flow Meter.

Baca Juga: Tujuan Kalibrasi dan Pentingnya Keakuratan Instrument

Flow meter ultrasonic transit time merupakan jenis flowmeter inferensial (mengukur secara tidak langsung). Yang dapat menghitung kecepatan aliran cairan dengan mengukur waktu transit pulsa suara frekuensi tinggi  yang melintasi pipa aliran.  Waktu transit adalah waktu yang diperlukan pulsa suara yang melintasi pipa dalam dua arah, yaitu searah dan berlawanan arah dengan arah aliran.

Dengan diketahuinya kecepatan aliran maka dapat di hitung flow rate dengan mengetahui luasan penampang suatu jalur aliran. Pengertian Ultrasonic Flow Meter banyak diketahui sebagai flow meter yang sistem instalasinya dengan menggunakan sistem non contact dimana sensor atau transducer tidak contact langsung dengan fluida. Karena cara instalasinya non contact atau clamp on maka jenis flow meter ini dikenal sebagai flow meter clamp on

Flowmeter ultrasonic clamp on  cukup efektif untuk mengukur suatu aliran dalam pipa karena jenis instalasinya clamp on, dimana  Transduser dipasang di permukaan luar pipa tanpa persyaratan penghentian aliran atau pemotongan pipa. Ini sangat sederhana, nyaman untuk instalasi, kalibrasi dan pemeliharaan.

Baca Juga: Definisi, Jenis, dan Keuntungan Ultrasonic Flow Meter

Mengapa Cocok untuk Destilasi Air Laut?

Proses destilasi air laut adalah metode pemanasan air laut untuk menghasilkan uap, yang kemudian dikondensasi menjadi air tawar murni. Tantangan terbesar dalam proses ini adalah sifat air laut itu sendiri.

 

Flow Meter Ultrasonic Clamp-On Untuk Proses Destilasi Air Laut
Flow Meter Ultrasonic Clamp-On Untuk Proses Destilasi Air Laut

Air laut mengandung garam organik dan anorganik yang sangat korosif. Pada sistem destilasi, masalah utama yang sering timbul adalah kerak dan karat pada peralatan akibat tingginya kadar garam dan ion terlarut, terutama saat terjadi perubahan suhu dan tekanan.

Flow Meter Ultrasonic Clamp-On menjadi solusi paling ideal karena:

  1. Anti Karat: Sensor dipasang di luar pipa (eksternal), sehingga sama sekali tidak bersentuhan dengan air laut yang korosif.
  2. Material Tahan Lama: Tidak terpengaruh oleh kandungan garam atau material abrasif dalam air.
  3. Instalasi Fleksibel: Transmitter dapat diletakkan di panel box yang berjarak hingga 500 meter dari sensor, menjauhkannya dari area yang lembap atau panas.

Keunggulan Menggunakan Flow Meter Clamp-On

Selain ketahanannya terhadap korosi air laut, berikut adalah keuntungan teknis dan ekonomis menggunakan Flow Meter Ultrasonic Clamp-On:

  • Tidak Ada Pressure Drop: Karena tidak ada bagian sensor yang masuk ke dalam pipa, aliran air tidak terhambat sama sekali.
  • Biaya Maintenance Rendah: Tidak memiliki moving parts (bagian bergerak) yang bisa aus, sehingga sangat awet.
  • Instalasi Mudah & Murah: Tidak perlu memotong pipa, tidak perlu mematikan pompa atau menghentikan aliran air saat pemasangan (untuk pemasangan fisik).
  • Fleksibilitas Tinggi: Dapat dipasang pada berbagai jenis material pipa (Carbon Steel, PVC, HDPE, Stainless Steel, dll) dengan ukuran mulai dari DN15 hingga DN2000.
  • Akurasi Tinggi: Memiliki akurasi 1% (single channel) hingga 0.5% (multi channel).
  • Fitur Data Logger: Tersedia opsi penyimpanan data (via SD Card) untuk mencatat flow velocity, flow rate, dan total volume yang dapat diunduh ke komputer.

Baca Juga: Volumetric Flow Meter : Pengertian dan Jenisnya

Spesifikasi Teknis Flowmasonic WUF 620 CF Ultrasonic Wall-mount Fix Flow Meter

Flowmasonic WUF 620CF adalah unit yang handal di pasaran adalah model. Berikut spesifikasinya:

Accuracy≤1%
Velocity Range0~±10m/s, Bi-directional measurement
Pipe SizeDN32~DN6000mm
Temperature-30°C~160°C
Type of LiquidSingle liquid than can transmit ultrasound, such as water, sea water, sewage, oil, alcohol, etc.
Pipe MaterialSteel, stainless steel, cast iron, copper, PVC, Aluminum, glass steel, etc. A liner is allowed.
Signal Output1 way 4-20mA output1 way OCT pulse output
1-way Relay output
Signal output3 way 4-20mA input, achieve to heat measurement by connecting PT100 platinum resistor.
InterfaceRS485, support MODBUS
Data StorageSD card regularly store the pre-set result(optional)
Power SupplyDC8~36V or AC85~264V

Komponen dalam satu paket biasanya terdiri dari:

Komponen Flowmasonic WUF 620 CF Ultrasonic Wall-mount Flow Meter
Flow Meter Ultrasonic Clamp-On Untuk Proses Destilasi Air Laut
  1. Ultrasonic Flow Transmitter (Main Unit).
  2. Sepasang Transduser (Sensor).
  3. Kabel penghubung.
  4. Bracket Transducer & Clamp-on stainless.
  5. Ultrasonic Coupling Gel.
  6. Panel Box (Outdoor).

Baca Juga: Mechanical Flow Meter : Definisi, Jenis, dan Aplikasi

Panduan Instalasi Flow Meter Ultrasonic Clamp-On

Pemasangan jenis clamp-on sangat sederhana, namun membutuhkan ketelitian data agar pembacaan akurat. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Persiapan Data: Ukur dan catat diameter luar pipa, ketebalan dinding pipa, dan jenis material pipa. Data ini wajib dimasukkan ke transmitter.
    1. Penentuan Lokasi: Pilih area pipa yang lurus. Pastikan jarak dari belokan, pompa, atau katup (valve) sudah sesuai standar upstream dan downstream (biasanya 10x diameter pipa untuk hulu dan 5x untuk hilir).
    2. Catatan: Hindari memasang transduser di bagian atas atau bawah pipa secara vertikal untuk menghindari gelembung udara atau endapan. Posisi terbaik adalah horizontal (samping kiri-kanan).
  2. Pembersihan Pipa: Bersihkan permukaan pipa yang akan ditempel sensor dari karat, cat yang mengelupas, atau kotoran menggunakan amplas hingga halus.
  3. Setting Parameter: Nyalakan transmitter, masukkan parameter pipa (Diameter, Tebal, Jenis Material) dan jenis cairan (Air Laut/Sea Water). Transmitter akan memberikan kalkulasi jarak antar sensor (transducer spacing).
  4. Pemasangan Sensor:
    1. Oleskan ultrasonic gel pada permukaan sensor.
    2. Tempelkan sensor pada pipa sesuai jarak yang dihitung tadi.
    3. Gunakan metode instalasi V-Method (sejajar) untuk pipa kecil/menengah atau Z-Method (berseberangan) untuk pipa besar.
    4. Kencangkan dengan clamp atau bracket.
  5. Pengecekan Sinyal: Cek kekuatan sinyal (Signal Strength dan Quality) pada layar transmitter. Pastikan sinyal stabil dan kuat. Jika sinyal lemah, cek kembali posisi sensor atau tambahkan gel.
  6. Finishing: Setelah pembacaan stabil, rapikan kabel dan pastikan transmitter terlindung di dalam panel box agar aman dari cuaca ekstrem.

Dengan mengikuti prosedur di atas, Flow Meter Ultrasonic Clamp-On akan memberikan data pengukuran debit air laut yang akurat dan tahan lama untuk mendukung efisiensi proses destilasi Anda.

Sumber: inaparts.com