Apa itu Variable Area Flow Meter?

Apa itu Variable Area Flow Meter?

Table of Contents

Apa itu Variable Area Flow Meter? – Pada artikel ini, kita akan belajar tentang Pengukur Aliran Area Variabel. Ini juga disebut sebagai rotameter.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Pengoperasian Variable area flow meter didasarkan pada prinsip area variabel: aliran fluida menaikkan pelampung dalam tabung runcing, meningkatkan area untuk lewatnya fluida. Semakin besar aliran, semakin tinggi float dinaikkan.

Ketinggian pelampung berbanding lurus dengan debit aliran. Dengan cairan, pelampung dinaikkan oleh kombinasi daya apung cairan dan kepala kecepatan fluida. Dengan gas, daya apung dapat diabaikan, dan pelampung hanya merespon kepala kecepatan.

Pelampung bergerak naik atau turun di dalam tabung sebanding dengan laju aliran fluida dan luas annular antara pelampung dan dinding tabung. Pelampung mencapai posisi stabil di dalam tabung ketika gaya ke atas yang diberikan oleh fluida yang mengalir sama dengan gaya gravitasi ke bawah yang diberikan oleh berat pelampung.

Baca Juga : Positive Displacement Flow Meter

Perubahan laju aliran mengganggu keseimbangan kekuatan ini. Pelampung kemudian bergerak ke atas atau ke bawah, mengubah area annular hingga kembali mencapai posisi di mana gaya berada dalam keseimbangan. Untuk memenuhi persamaan gaya, pelampung pengukur aliran area variabel mengasumsikan posisi yang berbeda untuk setiap laju aliran konstan.

Namun, penting untuk dicatat bahwa karena posisi pelampung bergantung pada gravitasi, pengukur luas variabel harus diorientasikan dan dipasang secara vertikal.

Variable Area Flow Meter tersedia sebagai indikator, pemancar, perekam, pengontrol lokal, penghitung, dan banyak kombinasinya, dengan atau tanpa alarm. Mereka sering digunakan sebagai meter pembersih untuk elemen penginderaan instrumentasi lain dan peralatan proses.

Kegunaan khas lainnya termasuk pengukuran cairan berikut

  • Bahan bakar gas cair atau cairan volatil lainnya.
  • Cairan yang membutuhkan panas untuk mencegah pembekuan atau pembekuan. (Tersedia meteran berjaket yang menggunakan uap atau media pemanas lainnya.)
  • Bubur atau aliran dengan padatan tersuspensi. (Pabrik meter harus dikonsultasikan mengenai aplikasinya.)
  • asam

Baca Juga : Differential Pressure Flow Meter

Berikut adalah data yang diperlukan untuk memilih pengukur aliran

  • Laju aliran minimum dan maksimum untuk flow meter
  • suhu proses minimum dan maksimum
  • ukuran pipa
  • ketepatan
  • tekanan balik inline atau tidak?
  • tekanan proses maksimum

Baca Juga : Coriolis Flow Meter

Kelebihan dari Variable Area Flow Meter

  • Rentang aliran yang lebar (misalnya, 10:1),
  • Keluaran pemancar linier, dan
  • Efek minimal dari kompresibilitas gas.

Batasan Variable Area Flow Meter

Keterbatasan meter area variabel termasuk

  • kurangnya ketersediaan di semua bahan;
  • batas plafon viskositas, yang disediakan oleh pabrikan dan harus dipatuhi;
  • kebutuhannya untuk dipasang secara vertikal, yang biasanya membutuhkan perpipaan tambahan;
  • kesulitan memeriksa kalibrasi dan kesulitan mengubah jangkauan; persyaratan tekanan balik minimum untuk aplikasi gas;
  • fakta bahwa indikator atau pemancar yang digabungkan secara magnetis dapat mengalami kesalahan jika partikel logam menumpuk; dan
  • persyaratan untuk penghentian jalur proses untuk membuat meter ini tidak berfungsi, kecuali blok dan bypass disediakan.

Baca Juga : Turbine Flow Meter

Instalasi Variable Area Flow Meter

Variable Area Flow Meter harus dipasang di lokasi yang bebas dari getaran dan memiliki jarak yang cukup untuk melepaskan pelampung sesekali untuk servis atau inspeksi. Meter harus dapat dibaca dan mudah diakses untuk operasi dan pemeliharaan. Pada umumnya, bila meter akan digunakan untuk mengatur pelayanan, meter tersebut harus ditempatkan sedekat mungkin dengan titik pelambatan.

Meteran ini selalu dipasang secara vertikal dengan outlet di bagian atas dan koneksi inlet di bagian bawah. Sebagian besar pengukuran area variabel tidak tergantung pada kondisi perpipaan hulu. Siku, katup, dan alat kelengkapan lainnya tidak berpengaruh pada akurasi pengukuran.

Baca Juga : Apa itu Flow Switch?

Dalam kasus di mana koneksi vertikal dan horizontal dimungkinkan, koneksi horizontal lebih disukai. Sambungan horizontal memungkinkan penggunaan bukaan vertikal yang dicolokkan sebagai port pembersihan.

Katup blok dan bypass harus disediakan di mana kondisi operasi tidak memungkinkan shutdown saat meteran sedang diganti. Saluran bypass dan katup harus berukuran sama dengan meteran. Katup blok dipasang di hulu dan hilir meter. Perawatan harus diambil untuk memastikan bahwa katup tertutup rapat saat meteran dalam pelayanan.

Sambungan perpipaan dari pengukur luas variabel ditunjukkan pada gambar berikut.

Apa itu Variable Area Flow Meter?
Instalasi Variable Area Flow Meter

Sumber : InstrumentationTools.com

Kesimpulan

dari pertanyaan “apa itu variable area flow meter?” berikut ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari bahasan artikel di atas :

  • Pengoperasian Variable area flow meter didasarkan pada prinsip area variabel: aliran fluida menaikkan pelampung dalam tabung runcing, meningkatkan area untuk lewatnya fluida. Semakin besar aliran, semakin tinggi float dinaikkan.
  • Variable Area Flow Meter tersedia sebagai indikator, pemancar, perekam, pengontrol lokal, penghitung, dan banyak kombinasinya, dengan atau tanpa alarm. Mereka sering digunakan sebagai meter pembersih untuk elemen penginderaan instrumentasi lain dan peralatan proses.
  • Kelebihan dari variable area flow meter, diantaranya : Rentang aliran yang lebar (misalnya, 10:1), Keluaran pemancar linier, dan Efek minimal dari kompresibilitas gas
  • Variable Area Flow Meter memiliki batasan, diantaranya : kesulitan memeriksa kalibrasi dan kesulitan mengubah jangkauan; persyaratan tekanan balik minimum untuk aplikasi gas.

Share With Your Friends :

Share on linkedin
LinkedIn
Share on email
Email
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

you may also enjoy these articles: