Description
Flowma WSR-51 beroperasi menggunakan prinsip rotary displacement di mana komponen utamanya adalah impeller dengan bilah berputar 180°. Ketika cairan mengalir melalui meteran, rotor spiral akan terdorong dan berputar. Jumlah putaran ini berbanding lurus dengan laju aliran; semakin besar alirannya, semakin cepat putarannya. Sensor magnetik (baik tipe coil maupun magnetoresistive) kemudian menangkap putaran ini dan mengubahnya menjadi sinyal pulsa elektronik yang presisi.
Keunggulan utama dari desain ini adalah kesederhanaan mekanisnya. Seluruh unit flow meter hanya memiliki satu bagian yang bergerak (rotor), dengan poros yang terbuat dari material cemented carbide yang tidak ikut berputar (fixed axis). Rotor berputar di sekeliling poros menggunakan struktur sliding sleeve dari dua selongsong paduan (alloy sleeve). Desain ini secara drastis mengurangi gesekan mekanis, meminimalisir risiko kegagalan komponen, dan memastikan biaya perawatan purna jual yang sangat rendah.
Selain itu, rotasi bilah 180° menciptakan aliran yang lebih seragam dengan resistansi rendah dan kehilangan tekanan (pressure loss) yang kecil. Hal ini memungkinkan pembentukan pusaran (vortex) yang stabil di dalam impeller, sehingga viskositas medium—mulai dari air biasa hingga minyak mentah (crude oil)—dapat diukur dengan normal tanpa gangguan.







