Flow Meter Ultrasonic Clamp-On merupakan teknologi pengukuran debit air yang memanfaatkan gelombang ultrasonik (ultrasound) untuk mendeteksi kecepatan aliran fluida. Solusi ini menjadi sangat populer, terutama untuk aplikasi pada Pipa HDPE, karena sifatnya yang non-invasif.
Prinsip kerjanya menggunakan metode Transit Time. Transduser mengirimkan sinyal ultrasonik menembus dinding pipa HDPE dan cairan di dalamnya. Alat ini kemudian menghitung perbedaan waktu antara pengiriman dan penerimaan sinyal (searah dan berlawanan arah aliran). Dari data tersebut, didapatkan kecepatan rata-rata aliran (velocity), yang jika dikalkulasikan dengan luas penampang pipa, akan menghasilkan nilai laju aliran (flow rate) dan volume total.


Kelebihan utama dari sistem ini adalah metode instalasi Clamp-On. Sensor atau transduser cukup ditempel dan diklem pada permukaan luar pipa. Artinya, Anda tidak perlu memotong pipa, melubangi pipa, atau menghentikan aliran air (mematikan pompa) saat pemasangan.
Baca Juga: Gas Flow Meter : Jenis, Karakteristik, dan Akurasi
Spesifikasi dan Fitur Utama
Flow meter jenis ini, seperti model Flowmasonic WUF 620 CF Wall-mount Fix Flow Meter, dirancang fleksibel untuk berbagai kondisi industri:
- Ukuran Pipa: Kompatibel mulai dari DN15 hingga DN2000.
- Akurasi: Mencapai 1% untuk instalasi clamp-on
- Output Sinyal: Tersedia output analog 4-20 mA, Relay, Pulse, serta komunikasi RS232/RS485.
- Power Supply: Fleksibel menggunakan AC 220V atau DC 24V.
- Tipe Transmitter: Tersedia varian Wall Mount, Panel Mount, maupun Pipe Mount.
Keunggulan dan Kekurangan Ultrasonic Clamp-On
Sebelum memutuskan untuk menggunakan teknologi ini, penting untuk memahami karakteristiknya secara menyeluruh.
Keunggulan (Pros):
- Non-Invasif: Tidak ada kontak langsung dengan cairan, sehingga tidak ada risiko korosi pada sensor atau kebocoran pipa.
- Tanpa Pressure Drop: Tidak ada bagian sensor yang menghalangi aliran, sehingga tekanan air tetap stabil.
- Hemat Biaya Instalasi: Sangat ekonomis terutama untuk pipa berdiameter besar (di atas 6 inci) karena tidak memerlukan pekerjaan pemipaan berat.
- Fleksibilitas: Dapat mengukur aliran dua arah (bi-directional) dan respons dinamis yang baik.
- Maintenance Mudah: Tidak memiliki moving parts (bagian bergerak) yang menyebabkan keausan.
Kekurangan (Cons):
- Biaya Awal: Relatif lebih mahal dibandingkan flow meter mekanis untuk ukuran pipa kecil.
- Sensitif Terhadap Kondisi Fluida: Kurang efektif jika cairan mengandung banyak gelembung udara atau partikel padat (slurry pekat).
- Kondisi Pipa: Tidak dapat bekerja optimal pada pipa beton yang tebal atau pipa tua yang bagian dalamnya sangat berkarat/keropos (meskipun pada pipa HDPE hal ini jarang menjadi masalah).
Baca Juga: Flow Meter Udara : Jenis, Karakteristik, dan Akurasi
Panduan Instalasi Flow Meter Ultrasonic pada Pipa HDPE
Instalasi pada pipa HDPE tergolong praktis karena permukaannya yang rata dan materialnya yang menghantarkan suara dengan baik. Berikut adalah langkah-langkah instalasinya:
1. Persiapan dan Cek Kelengkapan
Pastikan unit yang Anda terima lengkap, meliputi:
- Main Unit Ultrasonic Transmitter.
- 1 set Transduser (Sensor).
- Kabel Transducer.
- Bracket & Clamp (Klem stainless).
- Ultrasonic Coupling Gel.
2. Pengumpulan Data Pipa
Sebelum menyalakan alat, kumpulkan data akurat mengenai:
- Diameter luar dan keliling pipa.
- Ketebalan dinding pipa (gunakan thickness gauge jika perlu).
- Jenis material pipa (Pilih HDPE pada menu transmitter).
- Jenis fluida (Air baku, air laut, solar, dll).
Baca Juga: Cara Kerja Flow Meter Menurut Teknologinya
3. Penentuan Lokasi Pasang
Pilih lokasi pipa yang lurus. Hindari area dekat belokan atau katup. Pastikan jarak upstream (hulu) dan downstream (hilir) sesuai buku manual.
- Posisi Sensor: Pasang di samping pipa (posisi jam 3 dan jam 9). Hindari posisi atas/bawah untuk menghindari gelembung udara atau endapan.
- Metode: Gunakan V-Method (sejajar) untuk pipa ukuran sedang, atau Z-Method (berseberangan) untuk pipa besar.
4. Proses Pemasangan
- Input Parameter: Masukkan semua data pipa dan cairan ke dalam transmitter. Alat akan secara otomatis menghitung Jarak Transduser (spacing).
- Bersihkan Pipa: Pastikan permukaan pipa HDPE bersih dari debu, lumpur, atau stiker label.
- Aplikasi Gel: Oleskan coupling gel secukupnya pada permukaan sensor.
- Tempel & Klem: Pasang sensor sesuai jarak yang dihitung tadi. Gunakan bracket agar posisi tidak bergeser akibat getaran.
5. Verifikasi Sinyal & Reset
- Cek kekuatan sinyal (biasanya parameter TOM/TOS dan Q Value) pada layar. Semakin tinggi dan stabil nilai Q, semakin akurat pembacaannya.
- Lakukan Zero Calibration (Reset) saat kondisi pipa penuh air tetapi aliran diam (pompa mati/katup tutup).
- Setelah di-reset, nyalakan pompa. Cek apakah flow rate dan totalizer berjalan normal. Jika pembacaan minus, tukar posisi kabel transduser.
Konsultasi Kebutuhan Flow Meter Anda
Penggunaan Flow Meter Ultrasonic Clamp-On pada pipa HDPE adalah investasi cerdas untuk efisiensi jangka panjang. Namun, penentuan spesifikasi dan instalasi yang presisi adalah kunci utamanya.
Jika Anda masih ragu mengenai spesifikasi teknis atau membutuhkan bantuan instalasi, jangan ragu untuk berdiskusi dengan tim engineer dari Wiratama Mitra Abadi. Kami menyediakan berbagai jenis flow meter berkualitas tinggi beserta dukungan teknis yang handal.
Hubungi Kami sekarang untuk mendapatkan penawaran terbaik dan solusi pengukuran aliran yang tepat untuk industri Anda.
Baca Juga: Flow Meter Solar : Jenis, Karakteristik, dan Akurasi





