Aplikasi Flow Meter Air | Ultrasonic Flow Meter

Type Of Flow Meter

Banyak orang menamakan flowmeter dengan sebutan yang di sesuaikan dengan aplikasi dan kegunaan dilapangan. Untuk mendapatkan manfaat maksimal dan fungsi yang optimal, sebaiknya dalam memilih model disesuaikan dengan aplikasi yang disesuaikan dengan spesikasi.

Berikut ini jenis flow meter berdasarkan  prinsip dan fungsinya

Elektromagnetic Flow Meter

Elektromagnetic Flow Meter menggunakan prinsip induksi magnetic (Hukum Faraday)

  • Hanya bisa digunakan untuk air baik air bersih maupun air kotor yang punya konduktivitas dan tidak cocok untuk air demin.
  • Material flowmeter disesuaikan dengan spesifikasi cairan, pressure dan temperature kerja
  • Mempunyai akurasi yang cukup bagus pada kisaran 0.5% dan lebih baik

Ultrasonic Flow Meter

Ultrasonic Flow Meter menggunakan prinsip kerja ultra sound yang melibatkan elemen pengirim (transmitter) dan penerima (receiver) untuk frekuensi akustik.

Secara umum ada 2 jenis metode ultrasonic Flow Meter yaitu dopler dan transit time

  • Ada 2 jenis untuk cairan atau untuk gas, namun jenis ultrasonic flow meternya berbeda.
  • Mempunyai koneksi flange, insertion dan clampp on
  • Cocok digunakan untuk semua jenis cairan yang homogen dan tidak cocok untuk lumpur atau sullury.
  • Cocok untuk aliran yang lambat atau aliran karena gravitasi.
  • Untuk jenis clamp on cocok bagi mereka yang tidak ingin proses produksi berhenti saat instalasi atau service.

Coriolis mass flow meter

Coriolis Mass FLow Meter menggnakan prinsip yang menyatakan bahwa jika sebuah partikel di dalam suatu gerak berputar mendekati atau menjauhi pusat perputaran, maka partikel menghasilkan gaya internal yang bekerja pada partikel itu. Sehingga Coriolis mass flowmeter menciptakan suatu gerak berputar dengan menggetarkan suatu tabung yang membawa fluida, dan gaya internal yang dihasilkan adalah sebanding dengan mass flowrate.

  • Jenis flowmeter yang real menghitung mass flow
  • cocok digunakan untuk semua jenis fluida seperti cairan dan gas
  • Harganya sangat mahal sehingga cocok digunakan untuk harga fluida yang mahal dan perlu akurasi tinggi.
  • Mempunyai akurasi yang sangat baik pada kisaran 0.2% dan lebih baik

Thermal Mass flow meter

Thermal Mass Flow Meter didasarkan pada pengukuran panas yang diserap dari sensor akibat dialiri fluida. Jumlah panas yang diserap menentukan laju aliran massa (mass flow rate).

  • Biasa digunakan pada fluida gas seperti CNG, Nitrogen, gas alam, udara, dll
  • Memberikan informasi hasil bacaan berupa mass flow
  • Ada juga yang diaplikasikan pada cairan tertentu seperti oli
  • Tidak cocok untuk fluida dengan temperature tinggi

Differential Pressure Flow Meter

Differential Pressure Flowmeters (DP Flowmeters) di dasarkan pada persamaan Bernoulli yang menguraikan hubungan antara tekanan dan kecepatan pada suatu aliran fluida atau lebih mudahnya berprinsip pada perbedaan tekanan untuk menghitung flow rate. ada beberapa Jenis metode flow meter yang masuk dalam kategori Flow Meter ini diantaranya : Flow Nozle, Venturi, Orifice, Pitot, dll.

  • Banyak digunakan untuk sistem pompa pemadam kebakaran
  • Untuk mendeteksi flow rate atau debit air pada pompa
  • Menggunakan display penunjukan berupa gauge

Positive Displacement Flow Meter

Postive Displacement Flowmeters (PD meters), bekerja berdasrkan pengukuran volume dari fluida yang sedang mengalir dengan menghitung secara berulang aliran fluida yang dipisahkan kedalam suatu volume yang diketahui (chamber), selanjutnya dikeluarkan sebagai volume tetap yang diketahui.

volume dari fluida yang melewati chamber dapat diketahui dengan menghitung jumlah discreate parcels yang lewat atau setara dengan jumlah putaran dari rotating / reciprocating. Dengan demikian volume flow rate dapat dihitung dari laju perputaran alat rotating / reciprocating.

  • Banyak digunakan untuk sistem pengukuran oil
  • Dapat digunakan di dalam aliran viscous
  • Sangat peka pada kerusakan akibat gas, fluida dengan padatan (slugs) dan fluida yang kotor.

Variable Area Flow Meter

Prinsip operasi dari rotameter (variable area meters) didasarkan pada pelampung (float) yang berfungsi sebagai penghalang aliran, pelampung tersebut akan melayang dalam suatu tabung yang mempunyai luas penampang tidak konstan. Luas penampang tabung berubah tergantung ketinggiannya (semakin tinggi semakin besar).

  • Digunakan untuk control yang interface
  • Hanya ada pada instalasi vertikal
  • Real Time

Turbine Flow Meter

Turbine Flow Meter berprinsip pada aliran fluida melalui meter berbenturan dengan turbine blade yang bebas berputar pada suatu poros sepanjang garis pusat dari turbin housing. Kecepatan sudut (angular velocity) dari turbine rotor adalah berbanding lurus dengan laju aliran (fluid velocity) yang melalui turbine.

  • Hanya untuk aplikasi fluida yang bersih baik gas maupun liquid
  • Ada Pressure drop walaupun rendah

Vortex Flow Meter

prinsip kerjanya didasarkan pada pengukuran getaran (vibration) pada downstream pusaran (vortex) yang disebabkan oleh penghalang yang ditempatkan pada aliran fluida. Frekwensi getaran dari vortex dapat dihubungkan dengan laju aliran fluida

  • Sebaiknya digunakan untuk steam, udara dan air panas.
  • Cukup handal untuk temperature tinggi dan bisa menghitung mass flow saat di kompensasikan dengan sensor pressure dan temperature.
  • Memiliki akurasi yang standart dengan akurasi 2%

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *